Telah terjadi peristiwa kekerasan yang mencoreng dunia Pendidikan di Jambi. Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UIN STS Jambi menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum Mahasiswa lain Rabu (27/08/25). Tak hanya pengeroyokan kader tapi juga penghinaan atribut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang terjadi di kampus UIN STS Jambi. Ini adalah duka bagi seluruh kader HMI yang ada yang bukan hanya menyakiti individu yang terlibat tapi juga merusak semangat kolektif yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam gerakan mahasiswa.
Dalam hal ini, Raudatul Jannah selaku Ketua Umum Kohati Cabang Tanjung Jabung Barat, turut angkat bicara terkait permasalahan tersebut
“Bagi kami kader HMI, atribut bukan hanya sekadar benda fisik, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam terkait dengan perjuangan Islam, kebangsaan, dan intelektualitas”. Ujar perempuan yang disapa Odah tersebut Kamis (28/08/25).
“Penghinaan terhadap atribut organisasi dalam hal ini, dapat dilihat sebagai penghinaan terhadap identitas kolektif dan moralitas bersama. Ketika simbol-simbol seperti bendera tersebut dilecehkan, diinjak-injak atau bahkan menghina simbol-simbol tersebut secara verbal, hal itu menciptakan luka yang dalam bagi kami kader HMI dan ini adalah perbuatan yang tidak mencerminkan nilai-nilai keIslaman dan keindonesiaan. Ini adalah bentuk perusakan terhadap nilai yang menjadi dasar kekuatan organisasi, yang seharusnya dihormati oleh setiap individu” Lanjutnya tegas
“Kami dari Kohati Tanjung Jabung Barat mendesak pihak Rektorat dan Kepolisian untuk menindak tegas pelaku pengeroyokan dan penghinaan, tidak ada kata kata damai untuk pelaku kriminal” tegasnya
“Premanisme adalah lawan dari intelektualitas. dan kampus yang membiarkannya hidup, telah gagal menjadi rumah pembebasan” tutupnya










