Tanjab Barat (e-tivinews.id)-Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, penanaman mangrove telah menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kegiatan “Kohati Menyapa Alam: Menanam Mangrove & Diskusi” yang digelar oleh Kohati Cabang Tanjung Jabung Barat Sabtu (23/08/25) di ekowisata Mangrove Pangkal Babu.
Ini merupakan sebuah langkah konkret dalam merespons kebutuhan mendesak akan aksi penyelamatan lingkungan.
Selain berfokus pada penanaman mangrove, acara ini juga diwarnai dengan diskusi-diskusi kritis mengenai peran aktif generasi muda dalam konservasi alam.
Raudatul Jannah, selaku Ketua Umum Kohati Cabang Tanjung Jabung Barat, mengatakan “Penanaman mangrove bukan sekadar aksi simbolik, tetapi merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mencegah abrasi pantai, memperbaiki kualitas air, dan melindungi biodiversitas laut. Kohati Menyapa Alam adalah langkah awal yang membuktikan bahwa aksi kolektif dan diskusi intelektual dapat menjadi pendorong penting dalam merawat bumi ini untuk masa depan yang lebih baik”
Penanaman mangrove yang dilakukan oleh Kohati tidak hanya berfokus pada aksi fisik tersebut. Diskusi yang digelar sebagai bagian dari kegiatan ini turut menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami urgensi konservasi alam secara lebih mendalam.
Dengan mengundang berbagai pihak, baik dari akademisi, praktisi, maupun aktivis lingkungan, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan alam.
Generasi muda, seperti yang terlihat dalam kegiatan Kohati ini, memegang peran penting dalam mendesain masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan lingkungan serta solusi-solusi yang dapat diambil, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu memengaruhi kebijakan serta perilaku masyarakat luas.
Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pesan yang kuat: bahwa penyelamatan alam adalah tanggung jawab bersama, yang tidak hanya menjadi tugas para ahli atau pemerintah semata, tetapi juga menjadi kewajiban kita semua, khususnya generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan.
Kegiatan seperti ini seharusnya menjadi contoh bagi organisasi atau komunitas lainnya untuk terus berinovasi dalam menggabungkan antara aksi nyata dan edukasi dalam rangka menyelamatkan lingkungan hidup kita. Sebab, alam yang lestari adalah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan untuk generasi mendatang.










